Pendidikan Kita Hanya Membuat Kita Menjadi “Jack of All Trades” - Rubika Media ~ Temukan Hal Menarik Di Sini

Wednesday, April 24, 2019

Pendidikan Kita Hanya Membuat Kita Menjadi “Jack of All Trades”

Rubika - Kita terbiasa belajar banyak hal waktu Di sekolah. Dengan segala macam mata pelajaran. Bahasa Inggris cuma bisa beberapa kata dan grammar, lalu dituntut lagi belajar bahasa Jerman atau bahasa Jepang. Belum lagi mata pelajaran muatan lokal. Mulai dari pelajaran elektronika, sampai tata busana pun ada.

Ini sebenarnya lucu sekali kalau kita mau jujur. Sekolah beranggapan semakin banyak mata pelajaran, semakin pintar pula nanti murid-muridnya di masa depan. Padahal saat mereka dewasa, mereka selalu bingung akan melakukan apa. 

Benar, bisa jahit, bisa nyolder, bisa bahasa Jepang juga. Mereka akan bingung ingin menjadi penjahit, teknisi, atau penerjemah?

Ada satu buku yang cukup kontroversial berjudul “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001). Pengarangnya adalah Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, mengatakan kalau murid-murid di sekolah Asia memang dididik menjadi ‘jack of all trades, but master of none’. Artinya, kita diarahkan untuk tahu sedikit tentang banyak hal, tapi tidak mampu menguasai apapun.

Bayangkan, sejak kita kecil, kita udah dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Secara kuantitas mungkin banyak, tapi secara kualitas masih jauh dari menguasai. Berapa banyak dari kita yang masih ingat sama pelajaran-pelajaran sekolah? Contoh seperti saya, misalnya, yang waktu SMA belajar bahasa Jerman selama 2 jam setiap minggunya. Sekarang hanya mampu melafalkan dan mengartikan ich lieve dich atau goten morgen.

Sialnya, kita “Jack of All Trades” ini udah mendarah daging sekali bagi orang-orang Indonesia dan yang ngawurnya lagi adalah kita jadi jack of all trade, cuma bualan besar, hasil gak ada, aset minim, analisis informasi asal-asalan. Mau nyalahin pendidikan juga percuma, kecuali kita Anies Baswedan. Mending kita lihat aja kenapa ada orang-orang yang tidak jadi “Jack of All Trades” itu. Kira-kira kenapa mereka bisa hebat seperti gitu, sementara kita begini-gini aja?

Sederhana, Mereka pasti sudah fokus pada satu bidang atau profesi tertentu. Jago olahraga? Ya udah coba jadi atlet, jangan malah belajar akuntansi. kalau udah nyemplung ke suatu hal yang kita bisa dan suka, terus asah kemampuan kita. Jangan cepet puas, karena masih banyak orang yang lebih jago. Apalagi malah melipir ke bidang lain yang kamu lebih tidak mampu.

Intinya menurut, jangan jadi another “Jack of All Trades”. Di Indonesia udah banyak banget yang seperti gitu. Coba dan berusaha jadi “King” yang masih langka di Indonesia. Sekarang, bidang atau profesi apa yang mau kamu kuasai?

Dan salah satu yang paling membuat kita kecewa yaitu stereotip yang masih berkembang di dunia pendidikan kita, bahwa anak pintar dan cerdas itu adalah anak yang jago dalam mata pelajaran MIPA(Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam). Jadi standar yang ada terlalu sempit, siswa yang pintar dan cerdas ya yang pintar ngitung, yang jago matematika, hafal rumus lalu yang masuk jurusan IPA.
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done